Sebanyak 182 warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mendapat layanan pemeriksaan kesehatan gratis pada Minggu, 6 September 2026.

Layanan kesehatan tersebut diberikan Rumah Sehat Baznas Parigi Moutong bekerja sama dengan Baznas Sulawesi Tengah dan pemerintah daerah. Tim medis yang diturunkan terdiri atas dokter, perawat, dan analis untuk memeriksa kondisi warga setelah bencana.

Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Warga yang datang juga memperoleh konsultasi medis, obat-obatan, serta vitamin tanpa dipungut biaya.

Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu pemulihan kesehatan warga sekaligus mencegah munculnya gangguan kesehatan setelah banjir. Perhatian khusus diberikan kepada warga lanjut usia dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah warga dengan kadar kolesterol, gula darah, dan asam urat tinggi. Tim medis juga mencatat keluhan kesehatan berupa dispepsia, infeksi saluran pernapasan akut, hipertensi, nyeri otot, serta diare akut.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap mampu memulihkan kondisi fisik para korban pascabencana serta mengingatkan pentingnya mengontrol kesehatan, terutama bagi lansia dan warga yang memiliki riwayat penyakit,” kata Idy, seperti dikutip JPNN.

Banjir bandang melanda Desa Avolua pada Rabu, 26 Agustus 2026. Bencana tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan sungai meluap dan membawa material lumpur serta kayu ke permukiman warga.

Data awal BPBD Parigi Moutong mencatat puluhan rumah terdampak. Sebagian warga sempat mengungsi karena rumah mereka rusak atau tertutup material banjir. Selain merusak bangunan, banjir juga sempat mengganggu akses di Jalan Trans Sulawesi.

Penanganan pascabencana kemudian dilakukan secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga Avolua pada Sabtu, 5 September 2026. Bantuan itu antara lain berupa 760 kilogram beras dan 10 paket perlengkapan dapur untuk keluarga yang mengalami dampak cukup berat.

Pemkab juga menyatakan akan mempercepat pembenahan infrastruktur yang dinilai berpengaruh terhadap aliran air saat banjir, termasuk jembatan penyeberangan di sekitar lokasi terdampak. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan memperkuat kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.

Layanan pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bagian penting dalam masa pemulihan. Setelah banjir, warga tidak hanya menghadapi kerusakan rumah dan kehilangan peralatan, tetapi juga berisiko mengalami penyakit akibat lingkungan lembap, air tercemar, kelelahan, serta terbatasnya akses terhadap obat-obatan.

Dengan pemeriksaan langsung di lokasi, kondisi kesehatan warga dapat dipantau lebih cepat. Warga yang membutuhkan penanganan lanjutan juga dapat diarahkan untuk memperoleh layanan medis berikutnya melalui fasilitas kesehatan pemerintah maupun lembaga terkait.