Persiapan Tanwir Muhammadiyah 2026 di Palu memasuki tahap baru setelah Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengukuhkan panitia penerima.
PALU – Persiapan pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, memasuki tahap baru. Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi mengukuhkan Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah 2026 pada Sabtu, 5 September 2026.
Pengukuhan berlangsung di Gedung Banua Rusdy Toana, Universitas Muhammadiyah Palu. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto hadir untuk mengukuhkan kepanitiaan yang akan bertanggung jawab menerima dan mendukung pelaksanaan agenda permusyawaratan tersebut di Sulawesi Tengah.
Dalam pengukuhan itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai penanggung jawab panitia penerima. Amin Parakkasi dipercaya memimpin kepanitiaan bersama sejumlah anggota yang masuk dalam struktur resmi berdasarkan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 558/KEP/I.0/D/2026 tentang Pembentukan dan Pengangkatan Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah Tahun 2026.
Agung Danarto mengingatkan bahwa Tanwir merupakan agenda penting dalam organisasi Muhammadiyah. Menurut dia, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi juga tempat membahas dan merumuskan arah gerak persyarikatan melalui proses musyawarah.
Ia menyebut pelaksanaan Tanwir memiliki nilai strategis karena agenda tersebut hanya digelar beberapa kali dalam satu periode kepemimpinan. Karena itu, kesempatan menjadi tuan rumah perlu dimanfaatkan untuk menghadirkan penyelenggaraan yang tertib serta memberi manfaat bagi perkembangan Muhammadiyah di daerah.
Pengukuhan panitia ini menjadi tanda bahwa persiapan Tanwir Muhammadiyah 2026 di Palu mulai bergerak ke tahap teknis. Panitia penerima akan berperan dalam menyiapkan kebutuhan penerimaan peserta, koordinasi dengan unsur Muhammadiyah di Sulawesi Tengah, serta mendukung kelancaran rangkaian kegiatan ketika forum berlangsung.
Bagi Muhammadiyah Sulawesi Tengah, penunjukan Palu sebagai lokasi pelaksanaan Tanwir menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab organisasi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran kader dan pimpinan Muhammadiyah di daerah dalam menjalankan agenda persyarikatan secara nasional.
Ketua panitia penerima, Amin Parakkasi, sebelumnya meminta seluruh panitia mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan pentingnya meluruskan niat dan menjalankan tugas secara ikhlas karena Tanwir merupakan agenda besar yang memerlukan kerja sama banyak pihak.
Dengan dikukuhkannya panitia, koordinasi persiapan Tanwir Muhammadiyah 2026 di Palu diperkirakan akan semakin intensif. Panitia selanjutnya akan mematangkan pembagian tugas, kebutuhan teknis, serta koordinasi penyelenggaraan agar agenda permusyawaratan Muhammadiyah itu dapat berlangsung sesuai harapan.
Pengukuhan berlangsung di Gedung Banua Rusdy Toana, Universitas Muhammadiyah Palu. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto hadir untuk mengukuhkan kepanitiaan yang akan bertanggung jawab menerima dan mendukung pelaksanaan agenda permusyawaratan tersebut di Sulawesi Tengah.
Dalam pengukuhan itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai penanggung jawab panitia penerima. Amin Parakkasi dipercaya memimpin kepanitiaan bersama sejumlah anggota yang masuk dalam struktur resmi berdasarkan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 558/KEP/I.0/D/2026 tentang Pembentukan dan Pengangkatan Panitia Penerima Tanwir Muhammadiyah Tahun 2026.
Agung Danarto mengingatkan bahwa Tanwir merupakan agenda penting dalam organisasi Muhammadiyah. Menurut dia, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi juga tempat membahas dan merumuskan arah gerak persyarikatan melalui proses musyawarah.
Ia menyebut pelaksanaan Tanwir memiliki nilai strategis karena agenda tersebut hanya digelar beberapa kali dalam satu periode kepemimpinan. Karena itu, kesempatan menjadi tuan rumah perlu dimanfaatkan untuk menghadirkan penyelenggaraan yang tertib serta memberi manfaat bagi perkembangan Muhammadiyah di daerah.
Pengukuhan panitia ini menjadi tanda bahwa persiapan Tanwir Muhammadiyah 2026 di Palu mulai bergerak ke tahap teknis. Panitia penerima akan berperan dalam menyiapkan kebutuhan penerimaan peserta, koordinasi dengan unsur Muhammadiyah di Sulawesi Tengah, serta mendukung kelancaran rangkaian kegiatan ketika forum berlangsung.
Bagi Muhammadiyah Sulawesi Tengah, penunjukan Palu sebagai lokasi pelaksanaan Tanwir menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab organisasi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran kader dan pimpinan Muhammadiyah di daerah dalam menjalankan agenda persyarikatan secara nasional.
Ketua panitia penerima, Amin Parakkasi, sebelumnya meminta seluruh panitia mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan pentingnya meluruskan niat dan menjalankan tugas secara ikhlas karena Tanwir merupakan agenda besar yang memerlukan kerja sama banyak pihak.
Dengan dikukuhkannya panitia, koordinasi persiapan Tanwir Muhammadiyah 2026 di Palu diperkirakan akan semakin intensif. Panitia selanjutnya akan mematangkan pembagian tugas, kebutuhan teknis, serta koordinasi penyelenggaraan agar agenda permusyawaratan Muhammadiyah itu dapat berlangsung sesuai harapan.
Sumber: Muhammadiyah.or.id — Sumber asli
