Bus Bintang Fadiyah yang melaju dari Pinrang menuju Palu mengalami kecelakaan di Mamuju Tengah. Dua penumpang meninggal dan 10 lainnya terluka.
Bus Bintang Fadiyah yang melayani perjalanan dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menuju Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Trans Sulawesi, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Insiden tersebut menyebabkan dua penumpang meninggal dunia dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan terjadi di Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 12.05 Wita. Bus yang membawa 12 orang, termasuk sopir, kernet, sopir cadangan, dan penumpang, keluar dari badan jalan saat melintasi ruas yang menurun dan sedikit menikung.
Berdasarkan keterangan kepolisian yang dikutip detikSulsel, bus kemudian menyerong ke arah berlawanan sebelum terperosok ke area perkebunan sawit milik warga. Warga bersama petugas kepolisian langsung membantu proses evakuasi korban dari dalam kendaraan.
Dua korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Satu korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya meninggal setelah sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Lara. Sepuluh korban selamat mengalami luka dengan tingkat berbeda-beda.
Sebanyak tiga korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju Tengah. Sementara tujuh korban lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Lara. Sopir bus juga mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pemeriksaan medis.
Kepolisian mengamankan sopir berinisial Sapri, 49 tahun, untuk dimintai keterangan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata korban, serta mengamankan barang bawaan penumpang. Ditlantas Polda Sulawesi Barat turut melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Dugaan awal mengenai gangguan pengereman sempat disampaikan berdasarkan keterangan penumpang dan kondisi kendaraan. Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan sehingga penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan secara final. Pemeriksaan terhadap kendaraan dan pengemudi diperlukan untuk memastikan apakah kecelakaan dipicu kerusakan teknis, kondisi jalan, atau faktor lain.
Kecelakaan ini menjadi perhatian bagi pengguna jalur Trans Sulawesi karena ruas tersebut merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Bus yang mengalami kecelakaan diketahui sedang menuju Palu, sehingga insiden tersebut juga berdampak pada perjalanan antardaerah menuju ibu kota Sulawesi Tengah.
Kepolisian masih berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan Jasa Raharja untuk penanganan korban. Sementara itu, proses penyelidikan terus dilakukan untuk melengkapi keterangan saksi, memeriksa kondisi kendaraan, serta memastikan kronologi kecelakaan secara menyeluruh.
Masyarakat yang melintas di jalur Trans Sulawesi diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melewati ruas jalan menurun, menikung, atau berada di kawasan dengan kondisi permukaan jalan yang berubah. Pengemudi kendaraan umum juga diharapkan memastikan kondisi rem dan komponen utama kendaraan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.
Kecelakaan terjadi di Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 12.05 Wita. Bus yang membawa 12 orang, termasuk sopir, kernet, sopir cadangan, dan penumpang, keluar dari badan jalan saat melintasi ruas yang menurun dan sedikit menikung.
Berdasarkan keterangan kepolisian yang dikutip detikSulsel, bus kemudian menyerong ke arah berlawanan sebelum terperosok ke area perkebunan sawit milik warga. Warga bersama petugas kepolisian langsung membantu proses evakuasi korban dari dalam kendaraan.
Dua korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Satu korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya meninggal setelah sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Lara. Sepuluh korban selamat mengalami luka dengan tingkat berbeda-beda.
Sebanyak tiga korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju Tengah. Sementara tujuh korban lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Lara. Sopir bus juga mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pemeriksaan medis.
Kepolisian mengamankan sopir berinisial Sapri, 49 tahun, untuk dimintai keterangan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata korban, serta mengamankan barang bawaan penumpang. Ditlantas Polda Sulawesi Barat turut melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Dugaan awal mengenai gangguan pengereman sempat disampaikan berdasarkan keterangan penumpang dan kondisi kendaraan. Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan sehingga penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan secara final. Pemeriksaan terhadap kendaraan dan pengemudi diperlukan untuk memastikan apakah kecelakaan dipicu kerusakan teknis, kondisi jalan, atau faktor lain.
Kecelakaan ini menjadi perhatian bagi pengguna jalur Trans Sulawesi karena ruas tersebut merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Bus yang mengalami kecelakaan diketahui sedang menuju Palu, sehingga insiden tersebut juga berdampak pada perjalanan antardaerah menuju ibu kota Sulawesi Tengah.
Kepolisian masih berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan Jasa Raharja untuk penanganan korban. Sementara itu, proses penyelidikan terus dilakukan untuk melengkapi keterangan saksi, memeriksa kondisi kendaraan, serta memastikan kronologi kecelakaan secara menyeluruh.
Masyarakat yang melintas di jalur Trans Sulawesi diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melewati ruas jalan menurun, menikung, atau berada di kawasan dengan kondisi permukaan jalan yang berubah. Pengemudi kendaraan umum juga diharapkan memastikan kondisi rem dan komponen utama kendaraan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.
Sumber: detikSulsel — Sumber asli
