Sebanyak 52 keluarga kurang mampu di Desa Kanuna, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mendapat bantuan pemasangan listrik melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama PT PLN (Persero).

Realisasi program tersebut kembali diperiksa oleh tim PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kamonji pada Jumat, 11 September 2026. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada penerima dan dapat digunakan secara aman oleh masyarakat.

Team Leader PLN ULP Kamonji, Sudirman, mengatakan bantuan BPBL mencakup sejumlah kebutuhan dasar penyambungan listrik. Fasilitas yang diberikan meliputi pemasangan instalasi listrik rumah, Sertifikat Laik Operasi, penyambungan daya listrik PLN, serta token listrik perdana.

Program ini ditujukan bagi rumah tangga yang sebelumnya belum memiliki sambungan listrik sendiri, meskipun jaringan listrik telah tersedia di wilayah mereka. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menanggung biaya awal pemasangan yang selama ini menjadi salah satu kendala untuk mendapatkan akses listrik di rumah.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden saat peninjauan program di Desa Kanuna pada 3 September 2026, terdapat 52 rumah tangga yang menjadi sasaran bantuan di desa tersebut. Pada saat peninjauan itu, sebanyak 32 rumah tangga dilaporkan telah menikmati sambungan listrik, sementara penerima lainnya masih berada dalam proses penyelesaian.

Untuk tahun 2026, program BPBL di Sulawesi Tengah ditargetkan menjangkau sekitar 3.100 rumah tangga. Di Kabupaten Sigi, terdapat sekitar 413 rumah tangga yang masuk dalam tahap awal verifikasi penerima manfaat. Data tersebut menunjukkan bahwa Desa Kanuna merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperluas akses energi bagi keluarga berpenghasilan rendah di daerah pedesaan.

Kehadiran listrik diharapkan tidak hanya memberikan penerangan pada malam hari. Akses energi juga dapat membantu anak-anak belajar, mendukung aktivitas rumah tangga, serta membuka peluang bagi keluarga untuk menjalankan usaha kecil dari rumah.

Selain bantuan listrik, masyarakat Desa Kanuna juga mendapat dukungan pada sektor sanitasi, air bersih, dan perbaikan hunian. Pemerintah menyiapkan pembangunan bilik toilet secara bertahap serta perbaikan reservoir untuk mendukung ketersediaan air bersih di wilayah tersebut.

Kementerian ESDM menyebut program BPBL merupakan bentuk kehadiran pemerintah bagi warga yang belum mampu melakukan penyambungan listrik secara mandiri. Pembangunan jaringan listrik saja belum cukup apabila masyarakat masih kesulitan membiayai instalasi dan sambungan menuju rumah.

PLN mengingatkan agar fasilitas yang telah diterima dirawat dan digunakan sesuai ketentuan keselamatan kelistrikan. Pemeriksaan instalasi dan kelayakan sambungan menjadi bagian penting agar manfaat bantuan dapat dirasakan dalam jangka panjang tanpa menimbulkan risiko bagi penghuni rumah.