SIGI – Program Pakagali Pakagaya Ngata di Kabupaten Sigi mulai diperkuat hingga tingkat dusun. Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, membentuk Satuan Tugas Pakagali Pakagaya Ngata sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan langsung masyarakat dalam menjaga kebersihan dan penataan lingkungan.

Pembentukan satgas berlangsung di Dusun II, Desa Sibalaya Utara, pada Rabu, 9 September 2026. Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan program kebersihan lingkungan yang selama ini didorong Pemerintah Kabupaten Sigi melalui pemerintah kecamatan dan desa.

Camat Tanambulava Suaib mengatakan, program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pemerintah. Menurut dia, Pakagali Pakagaya Ngata perlu berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat dari tingkat desa hingga dusun.

Keterlibatan warga dinilai penting karena persoalan kebersihan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan bersih-bersih, tetapi juga menyangkut kebiasaan sehari-hari, pengelolaan sampah, penataan permukiman, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dengan pembentukan satgas di Sibalaya Utara, koordinasi di tingkat masyarakat diharapkan menjadi lebih terarah. Satgas dapat menjadi penggerak kegiatan kebersihan, menyampaikan kebutuhan lingkungan kepada pemerintah desa, serta mendorong warga agar menjaga hasil kerja bersama secara berkelanjutan.

Penguatan program ini juga berlangsung di sejumlah wilayah lain di Kecamatan Tanambulava. Pemerintah kecamatan sebelumnya mendorong lomba kebersihan antar-RT sebagai cara untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perangkat RT, dan masyarakat.

Program Pakagali Pakagaya Ngata merupakan salah satu agenda Pemerintah Kabupaten Sigi yang menempatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan kerapian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Pelaksanaannya tidak hanya diarahkan pada lingkungan perkantoran, tetapi juga permukiman masyarakat.

Dalam laporan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sigi menyebut program bersih-bersih yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat telah melibatkan lintas sektor. Pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa lebih dari 12 ribu ton sampah telah dikelola selama satu tahun pelaksanaan program, dengan sebagian diolah kembali menjadi bahan baku pakan ternak, pupuk kompos, dan produk daur ulang.

Meski demikian, keberlanjutan program sangat bergantung pada konsistensi pengelolaan di lapangan. Pembentukan satgas di tingkat dusun diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diikuti pembagian tugas yang jelas, jadwal kegiatan yang teratur, serta pemantauan terhadap titik-titik yang rawan menjadi lokasi penumpukan sampah.

Pemerintah kecamatan juga diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat. Dengan begitu, gerakan kebersihan dapat berjalan sebagai kegiatan rutin dan tidak hanya aktif ketika ada perlombaan atau agenda tertentu.

Langkah Desa Sibalaya Utara memperluas pelaksanaan Pakagali Pakagaya Ngata hingga tingkat dusun menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan mulai diarahkan lebih dekat dengan masyarakat. Pemerintah daerah menargetkan semangat gotong royong tersebut dapat menjadi bagian dari budaya hidup warga Sigi.