PALU – Dermaga Rakyat Vatuvuri di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali dapat dimanfaatkan masyarakat setelah menjalani revitalisasi. Perbaikan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat aktivitas nelayan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga pesisir.

Revitalisasi Dermaga Vatuvuri dilakukan melalui kolaborasi Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu dan PT Citra Palu Minerals (CPM), dengan dukungan pemerintah daerah. Dermaga yang sebelumnya mengalami kerusakan sejak 2019 itu kini dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang untuk mendukung aktivitas masyarakat di kawasan pesisir Teluk Palu. ([sulteng.antaranews.com](https://sulteng.antaranews.com/berita/392508/dermaga-vatuvuri-menunjang-aktivitas-ekonomi-nelayan-palu?utm_source=openai))

Perbaikan mencakup dermaga sepanjang sekitar 80 meter. Selain struktur utama, fasilitas yang disiapkan meliputi akses menuju dermaga, sumur air bersih, toilet, musala, dan gazebo yang dapat digunakan nelayan untuk beristirahat. Fasilitas tersebut dinilai penting karena aktivitas nelayan tidak hanya membutuhkan tempat untuk menambatkan perahu, tetapi juga sarana pendukung sebelum dan setelah melaut.

Program revitalisasi juga disertai penyediaan rumpon untuk membantu nelayan menemukan lokasi berkumpulnya ikan. ANTARA melaporkan terdapat tiga unit rumpon berukuran 6x4 meter yang disiapkan untuk mendukung kelompok nelayan di sekitar kawasan tersebut. Sebelumnya, dua rumpon juga dilepas secara simbolis dalam kegiatan yang berlangsung di Dermaga Vatuvuri pada 2 September 2026. ([sulteng.antaranews.com](https://sulteng.antaranews.com/berita/392508/dermaga-vatuvuri-menunjang-aktivitas-ekonomi-nelayan-palu?utm_source=openai))

Danlanal Palu Kolonel Marinir Mohammad Ali Wardhana menjelaskan, rumpon tersebut ditempatkan dengan mempertimbangkan jalur pelayaran di Teluk Palu. Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden, fasilitas itu diproyeksikan membantu nelayan menemukan daerah berkumpulnya ikan. Satu rumpon dapat dimanfaatkan sekitar lima hingga delapan perahu dengan kapasitas sekitar 10 hingga 15 nelayan. ([wapresri.go.id](https://wapresri.go.id/lepas-rumpon-di-dermaga-vatuvuri-ibu-selvi-dorong-penguatan-ekosistem-perikanan-dan-kesejahteraan-nelayan/?utm_source=openai))

Dukungan terhadap Dermaga Vatuvuri juga datang dari DPRD Kota Palu. Anggota DPRD Palu Nanang menilai keberadaan dermaga dapat membantu nelayan menjalankan kegiatan penangkapan ikan dengan lebih baik. Menurut dia, manfaat fasilitas itu tidak hanya berkaitan dengan kegiatan melaut, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar dermaga.

Kawasan tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Produk olahan hasil perikanan seperti abon ikan, sambal ikan, sambal cumi, pempek, dan amplang menjadi contoh usaha yang dapat dikembangkan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Dengan demikian, manfaat dermaga tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi dapat terhubung dengan rantai ekonomi lokal dari penangkapan, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan. ([sulteng.antaranews.com](https://sulteng.antaranews.com/berita/392508/dermaga-vatuvuri-menunjang-aktivitas-ekonomi-nelayan-palu?utm_source=openai))

Meski demikian, keberlanjutan pengelolaan menjadi hal penting setelah dermaga kembali digunakan. Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan fasilitas dirawat, dimanfaatkan secara tertib, serta melibatkan kelompok nelayan dan warga setempat dalam pengelolaannya. Pengaturan penggunaan dermaga juga diperlukan agar aktivitas nelayan, UMKM, dan potensi wisata pesisir dapat berjalan berdampingan.

Dengan kondisi dermaga yang telah diperbaiki dan tambahan fasilitas pendukung, Vatuvuri diharapkan menjadi salah satu titik penguatan ekonomi masyarakat pesisir Kota Palu. Pemanfaatan yang konsisten dan terarah akan menentukan sejauh mana revitalisasi tersebut memberikan dampak bagi nelayan dan warga Kelurahan Tondo.